Dikbud Bolsel Lakukan Koordinasi dengan Kemendikdasmen, Siapkan Layanan Pendidikan bagi Penyintas Erupsi Gunung Ruang
MataBMR.id, Bolsel - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), melakukan audiensi dengan tim pengelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Direktorat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada 5 Maret 2026.
Pertemuan tersebut, membahas berbagai langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan layanan pendidikan bagi siswa dan tenaga pendidik, yang terdampak erupsi Gunung Ruang di wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Sekretaris Dinas Pendidikan Bolsel, Idwan Latjolai, menjelaskan bahwa audiensi tersebut menghasilkan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Di antaranya, terkait penutupan empat sekolah yang mengalami kerusakan berat bahkan hancur akibat erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro,” ujar Idwan.
Selain itu, pemerintah juga membahas rencana pembukaan sekolah baru bagi para peserta didik asal wilayah Gunung Ruang, yang kini telah direlokasi ke kawasan hunian tetap (huntap) di Desa Modisi, Kabupaten Bolsel.
“Pembukaan sekolah ini, ditujukan untuk memastikan anak-anak yang kini berada di lokasi hunian baru tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas mekanisme mutasi tenaga pendidik serta peserta didik dari sekolah asal di Kabupaten Sitaro menuju sekolah-sekolah di wilayah Bolsel. Skema ini, diharapkan dapat menjadi solusi sementara hingga fasilitas pendidikan di kawasan hunian baru sepenuhnya siap digunakan.
Tak hanya itu, penggunaan dana BOS tahap pertama tahun 2026 turut menjadi topik pembahasan. Salah satu sekolah yang telah mencairkan dana BOS adalah SMP Negeri 4 Tagulandang, yang saat ini bangunannya telah rusak akibat erupsi Gunung Ruang.
“Saat ini, tenaga pendidik dan para siswanya telah berada di lokasi hunian di Bolsel, sehingga perlu ada penyesuaian mekanisme pengelolaan dana BOS tersebut,” terang Idwan.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pendidikan, Dinas Pendidikan Bolsel juga memfasilitasi sejumlah siswa asal Kabupaten Kepulauan Sitaro, untuk mengikuti gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang dilaksanakan pada 9 hingga 10 Maret 2026.
“Peserta yang difasilitasi berasal dari beberapa sekolah, yakni dua siswa dari SD GMIST Patmos Laingpatehi, tiga siswa dari SDN Inpres Laingpatehi, serta enam siswa dari SMP Negeri 4 Tagulandang,” katanya.
Pelaksanaan gladi TKA, untuk jenjang sekolah dasar digelar di SD Negeri Modisi, sementara untuk tingkat SMP dilaksanakan di SMP Negeri Satap Posilagon.
Menurut Idwan, Tes Kemampuan Akademik merupakan instrumen pengukuran capaian pembelajaran siswa, yang bersifat terstandar dan kini menggantikan Ujian Nasional.
“Hasil TKA juga, menjadi salah satu syarat dalam proses penerimaan murid baru, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025, tentang Tes Kemampuan Akademik,” jelasnya.
Sebelumnya, Dikbud Bolsel telah melakukan pendataan langsung terhadap peserta didik penyintas erupsi Gunung Ruang, di kawasan hunian tetap yang baru ditempati warga, pada Senin, 23 Februari 2026.
Kepala Dikbub Bolsel, Rante Hattani, menegaskan bahwa pendataan tersebut merupakan langkah awal yang krusial sebelum proses kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Pendataan ini, kami lakukan secara langsung karena jumlah peserta didik akan menentukan jumlah rombongan belajar. Dari situ juga akan dihitung kebutuhan tenaga pengajar yang diperlukan. Semuanya harus terukur agar proses pembelajaran berjalan efektif,” ujar Rante.
Dalam kunjungan tersebut, tim Dikbud Bolsel disambut oleh para orang tua serta guru-guru dari sekolah yang terdampak erupsi Gunung Ruang.
Tercatat sebanyak 13 guru, telah terdata dan siap kembali mengajar demi memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan mereka.
Adapun jumlah peserta didik, yang telah terdata meliputi lima anak jenjang PAUD, 54 siswa sekolah dasar, serta 23 siswa sekolah menengah pertama. Dengan demikian, total terdapat 82 siswa yang akan menjadi dasar penyusunan skema pembelajaran, pembagian kelas, hingga penempatan tenaga pendidik.
Dikbud Bolsel, menargetkan kegiatan belajar mengajar di kawasan hunian tersebut, dapat dimulai pada bulan depan. Saat ini pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan huntap, masih berada pada tahap penyelesaian.
Meski demikian, pihak Dikbud terus melakukan koordinasi lintas sektor agar seluruh sarana pendukung dapat tersedia tepat waktu.
Langkah proaktif ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dan daerah dalam memastikan pemulihan masyarakat terdampak bencana tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga pada keberlanjutan pendidikan dan layanan dasar lainnya.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling secara simbolis telah menyerahkan kunci hunian tetap kepada warga terdampak erupsi Gunung Ruang, di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penyerahan tersebut, menandai dimulainya babak baru kehidupan masyarakat yang sebelumnya berada di pengungsian.
Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, sebelumnya juga menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak penyintas, menjadi salah satu faktor penting dalam proses pemulihan sosial dan psikologis pascabencana.
“Dengan kepastian jumlah siswa, rombongan belajar, serta kesiapan tenaga pendidik, pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan,” tegasnya. (***)
Redaksi
0 Komentar